http://akhmadnas.ir

‘Ngumpulke Balung Pisah’ dengan Facebook

Nov 5th 2008
6 komentar
tanggapan
lacak balik

Dua tahun terakhir, saya kerap menerima undangan bergabung dalam jaringan pertemanan di internet. Ada banyak namanya, tapi yang paling sering adalah Friendster, MySpace, dan Facebook. Undangan itu selalu saya tolak. Alasannya, saya nggak mau ketambahan beban polusi informasi. 

Sudah sejak lama saya sengaja nggak nonton TV, berhenti langganan koran, dan mengubah semua mailing list yang saya ikuti dengan mode web-only. Satu-satunya mailing list yang mondar mandir masuk ke email saya adalah mailing list internal kantor. Instant Messenger selalu saya set invisible.

Dengan kondisi begini saja, saya merasa sudah sulit menjaga konsentrasi. Pesan singkat (SMS), email, instant messenger, selalu memecah perhatian. Celakanya saya tak mungkin menghindari keadaan ini, setidaknya untuk beberapa tahun ke depan. Kecuali kalau saya lantas memutuskan hidup di hutan dan memilih untuk tidak berurusan dengan teman-teman saya yang sudah terlanjur jadi orang modern :-)

Ada seorang teman yang berkali-kali minta saya bergabung ke Facebook. Barangkali maksudnya baik, biar saya lebih gaul. Saya selalu menolak ajakan itu. Sampai suatu ketika, dia dan beberapa teman lain mengancam akan membuatkan account Facebook buat saya, kemudian mengisinya dengan informasi yang mereka buat. Saya tahu ancaman itu bukan sekedar gertakan, karena mereka juga pernah membuatkan situs blog untuk seorang teman yang enggan membuat blog. Blog itu kemudian diisi dengan sederet puisi yang mengharu biru. 

Daripada dipermalukan seperti itu, akhirnya saya nyerah. Saya bergabung ke Facebook kemudian berhasil menemukan teman-teman yang sudah lama nggak tahu rimbanya. Dulu, kakek-nenek suka ‘ngumpulke balung pisah’ (mengumpulkan saudara yang terpisah) dengan berbagai adat-tradisi. Sekarang saya juga melakukan hal yang sama, dengan modal komputer dan bandwidth. 

Sejauh ini masih cukup nyaman di Facebook. Tapi kalau kelak sudah nggak asyik lagi, saya akan segera menutup account ini.

Bagikan ke teman:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
  • Technorati
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • Print this article!
  • Slashdot
  • TwitThis

Tulisan ini berlabel , ,

6 tanggapan

  1. wah …. solusi buat konsentrasi yang layak di coba

  2. Silahkan dicoba. Kalau gagal, saya masih punya beberapa resep lain untuk menghilangkan gangguan konsentrasi. :-)

  3. hehe… alasan sing meh podho…
    akhire aku nyerah juga setelah diajak berkali-kali…

  4. azhari

    facebook udah ngga asik lagi…pergaulan ngga jelas korban yahudi

  5. Wah, pengalamanmu sama denganku mas.

    Facebook benar-benar mempertemukan dengan teman-teman lama. Menjadi wadah silaturrahim. Tapi, setiap pesan yang masuk ke imel itu sesungguhnya tetap mengganggu konsentrasi bekerja.

  6. bayuaji

    HE HE HE SAMI MAWON TERGANGGU

Link masuk

Kirim tanggapan